Muslimahwahdah.id – Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah standar. Stunting dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita serta ekonomi, budaya maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan.

Stunting diketahui melalui pengukuran panjang atau tinggi badan menurut umur dan pemeriksaan tenaga kesehatan. Stunting berdampak besar pada kualitas hidup manusia dan daya saing bangsa. Stunting berakibat pada terganggunya perkembangan otak yang bisa menyebabkan menurunnya kecerdasan, menurunnya imunitas, terganggunya perkembangan motorik, sosial emosi, menurunnya kapasitas belajar di sekolah, produktivitas yang rendah dan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis. Kegagalan pertumbuhan selama bayi dan masa kanak-kanak sering tidak dapat diperbaiki di kala dewasa.

Pencegahan stunting difokuskan pada 1000 hari pertama kehidupan yakni dari sejak dalam kandungan hingga bayi berusia dua tahun. Saat bayi dalam kandungan, bahkan dari sejak sebelum hamil seorang ibu harus memperhatikan kondisi kesehatannya. Sebisa mungkin tidak mengalami anemia maupun gangguan kesehatan lain. Mengapa? Awal pembentukan dan perkembangan saraf janin dari sejak awal pembuahan hingga umur 3-8 pekan. Saat itu seorang ibu biasanya belum mengetahui kalau dirinya sedang hamil. Jikalau saat itu sang ibu sedang mengalami gangguan gizi, besar kemungkinan akan berdampak pada janinnya. Pada saat kehamilan juga sangat penting untuk memperhatikan asupan ibu, beberapa masalah kehamilan disebabkan karena asupan makanan ibu yang tidak seimbang misalnya preeklampsia, anemia, perdarahan, diabetes gestasional dll.

Pada saat bayi lahir hingga berusia 6 bulan hendaknya diberikan ASI saja sebagai makanan terbaik bagi bayi. ASI  bukan hanya mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi tetapi juga mengandung zat yang bisa menjaga sistem imunitas bayi. Setelah 6 bulan, bayi masih diberikan ASI dan juga makanan pendamping ASI yang sehat dan bergizi seimbang. Dengan begitu akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemantauan tumbuh kembang melalui penambahan berat dan tinggi badan setiap bulannya menjadi penting untuk dikontrol oleh sang ibu.

Fakta Stunting di Indonesia

Sebenarnya stunting bukan hanya persoalan fisik semata, secara nasional, jika angka stunting terlalu tinggi maka itu akan menjadi ancaman bagi pembangunan SDM Indonesia unggul. Prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting. Intelegence quotien (IQ) Indonesia menempati peringkat 130 dunia. Disamping itu skor PISA (kemampuan matematika, membaca, dan sains) Indonesia peringkat ke 74 dari 79 negara. Tentu saja kondisi ini sangat memperihatinkan

Berdasarkan data World Bank, potensi kerugian negara efek dari permasalahan stunting berdampak 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sehingga, angka kerugian diperkirakan dapat mencapai Rp463 triliun.

Gizi adalah salah satu unsur investasi dalam pembangunan manusia. Kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kecerdasannya. Walau kecerdasan secara kognitif bukan penentu, namun menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan. Dengan status gizi yang baik akan mempengaruhi kekuatan fisik seseorang.

Anjuran Islam untuk Memiliki Tubuh yang Sehat

Islam menganjurkan ummatnya agar menjaga kesehatan. Dalam banyak riwayat, Rasulullah menganjurkan makanan yang diberkahi dan bisa menjaga kesehatan manusia, pun memerintahkan sahabat yang sakit untuk berobat.

Dalam sebuah riwayat Rasulullah juga memuji seorang muslim yang memiliki kekuatan fisik. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Mukmin yang kuat disini memiliki makna  kuat iman. Adapula yang mendefinisikan kuat secara fisik. Jika dua orang mukmin yang memiliki kekuatan iman yang sama, aqidah dan ibadah yang kuat, namun salah satunya memiliki fisik yang kuat dibandingkan yang lain, maka yang memiliki fisik yang kuat menjadi lebih utama.

Kekuatan fisik bisa diperoleh dari jiwa dan fisik yang sehat. Menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat dan kuat merupakan anjuran agama. Inilah salah satu bukti kesempurnaan Islam.

Makanan yang dikonsumsi akan diproses dalam tubuh untuk meregenerasi sel dan membangun jaringan tubuh. Makanan bukan hanya sekadar untuk mengenyangkan lambung, namun untuk membangun tubuh. Jika makanan yang dikonsumsi tidak berkualitas maka bisa jadi akan memberi dampak yang kurang baik bagi tubuh.

Maka menjadi sangat penting untuk memperhatikan gizi dari anak-anak kita agar tumbuh sehat. Harapannya kekuatan fisik itu bisa mendukung jiwanya untuk kuat menjadi generasi pemimpin di masa depan. *FW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here