Ustad Zaitun dalam ceramahnya menyampaikan terkait refleksi kemerdekaan, pelepasan da’i dan da’iyah ini sebagai wujud membangun jiwa bangsa

Menurutnya kemerdekaan sangat penting untuk mengingatkan kita akan rasa syukur. “Dalam konteks islam mensyukuri itu. Begitu pentingnya kemerdekaan orang-orang dan jiwa satria, pejuang sejati dan mengorbankan jiwa untuk membela kebenaran. Mereka rela dengan semboyan merdeka atau mati. Semangat islam ini bentuk ibadah dan mendapatkan pahala,” ujarnya dihadapan peserta Tabligh Akbar.

Masih suasana kemerdekaan Republik Indonesia ke-77,  Ustad Dr KH Muhammad Zaitun Rasmin. Lc MA  selaku Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah memberikan refleksi kemerdekaan dalam momentum Tabligh Akbar dan Pelepasan Da’i, Sabtu (20/8/2022) di Kampus STIBA Makassar.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”, sepenggal kalimat ini bisa kembali membangkitkan diri untuk membangun semangat mengisi kemerdekaan. Namun, bisa dikatakan ini masih jauh dari harapan. Apatah lagi dalam membangun jiwa.

Islam agama sempurna, yang telah memerintahkan baik secara tersirat maupun tersurat dalam pembangunan jiwa. Tentu melalui pemberian ilmu yang benar.

Ustad Zaitun menambahkan momentum pelepasan 341 da’i dan da’iyah ini sebagai wujud upaya Wahdah Islamiyah untuk membangun jiwa bangsa. “Hari ini kita mengatakan seluruh umat dan bangsa, ini sedikit dari upaya Wahdah Islamiyah untuk membangun jiwa bangsa kita dengan komitmen,” tuturnya.

Kedepannya diharapkan para utusan ini bisa mengemban amanah dengan baik, membangun jiwa bangsa dengan pemahaman ilmu yang benar. Tentu dengan rahmat dan taufiq dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here