Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Wahdah Islamiyah kembali digelar. Kali ini Diklat yang dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana para pesertanya adalah Kepala Sekolah PAUD Wahdah Islamiyah dari seluruh Indonesia, yang dulunya hanya guru-guru PAUD saja. Diklat ini di gelar dari tanggal 29 Maret hingga 1 April 2019 di Hotel Wisata UIT 4 Makassar Sulawesi Selatan, Sabtu (30/1/2019).

Suasana hangat dan keceriaan terasa di ruangan saat berlangsungnya Diklat. Menggagas ide-ide baru yang inovatif dan kreatif dalam mencari sebuah metode pembelajaran yang memberikan semangat untuk anak-anak didik mereka. 30 orang kepala sekolah yang hadir sebagai penggerak PAUD Wahdah Islamiyah yang tersebar di berbagai daerah untuk siap mengemban amanah penggerak generasi cerdas bangsa.

“Diklat ini dilaksanakan sebagai wujud untuk menyongsong visi misi Wahdah Islamiyah salah satunya, satuan pendidikan tingkat paling mendasar yang menjadi progam kerja yang ada di Departemen PAUD Wahdah Islamiyah. Muslimah wahdah harus menjadi elemen penting dalam membangun ummat. Dimana bagian yang melakukan hal itu adalah orang orang yang diamanahkan menjadi kepala sekolah yang menangani anak usia dini yang harus di didik terlebih dulu. Mereka harus memahami visi dan misi lewat dari lembaga PAUD agar bisa terlaksana di setiap penggerak PAUD di daerah, “ungkap Ustadzah Suryani Ketua Departemen PAUD Wahdah Pusat.

Salah satu visi misi Wahdah Islamiyah 2030 adalah mencetak generasi rabbani. Dimana generasi Rabbani itu adalah genrerasi emas. Mendidik menjadi anak yang memiliki akhlak yang mulia, ibadahnya bagus dan paling utama adalah aqidahnya. Aqidah inilah sebuah pondasi awal untuk membentengi diri anak menghadapi tantangan kehidupan.

“Salah satu fenomena yang di jumpai saat ini jika ditinjau dari skala kecilnya, keluarga memiliki peranan penting. Tetapi apa yang terjadi saat ini, ternyata keluarga belum memahami pentingnya pendidikan anak di usia dini. Hanya mengalir begitu saja dalam mendidik anak yang diperoleh dari orangtua dulu. Sekedar menitipkan anaknya saja di lembaga pendidikan. Padahal ada 3 unsur untuk membentuk anak usia dini yang mampu mempengaruhi perkembangan mereka diantaranya keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan bermain. Jika anak lemah dalam pengetahuan agamanya, akhlak dan karakternya maka akan sangat mudah jatuh dalam menghadapi sebuah tantangan hidup. Hal ini tentulah sebagai tugas dari lembaga pendidikan, “tambahnya.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/antusias-sejumlah-peserta-ikut-daurah-sakinah-mamuju/

Pelatihan ini di harapkan mampu memberikan manfaat besar bagi penggerak PAUD yang ada di daerah. Sehingga ilmu yang didapatkan mampu untuk diterapkan.

“Diklat  ini  begitu bermanfaat bagi     saya pribadi yang baru 9 bulan mengemban amanah

sebagai kepala sekolah di TK IT Qurrata A’yun Tingigede Sigi. Selama ini hanya belajar otodidak tidak mengikuti pelatihan. Hanya membuka internet sebagai acuan guru dan kepala sekolah. Visi misi nama dan satuan serta kurikulum wihdatul ummah. Membina 43 anak yang baru aktif kembali pada bulan november kemarin setelah bencana Palu. Alhamdulillah tidak menyangka dapat ikut pelatihan yang langsung ke pusat tidak di daerah wilayah dulu. Mendapatkan pendidikan dan pelatihan langsung dari yang memiliki pengalaman. Janji Allah itu benar adanya bahwa Allah mengangkat derajat bagi penuntut ilmu, “tutup Kartini Akib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here