“Kita harus mengambil peran, bukan hanya duduk dirumah dan mengikuti alur” 

Ummu Khalid

Muslimahwahdah.or.id – Muslimah Wahdah Islamiyah menggelar kegiatan silaturahim virtual dengan seluruh pengurus dakwah se Indonesia, Sabtu, 7 Syawal 1441 H, bertepatan dengan tanggal 30 Mei 2020 M. Kegiatan yang mengusung tema membingkai ukhuwah, memaknai cinta dan Perjuangan Muslimah dari rumah ini dihadiri oleh 1700 online participants.

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah Islamiyah dalam mutiara ukhuwahnya menyampaikan bahwa momentum Ramadhan yang telah kita lewati hendaknya menjadi momentum untuk introspeksi diri. Ramadhan yang telah kita lewati bukan hanya mengajarkan nilai-nilai keshalihan individual semata, namun hakikat juga mengajarkan nilai-nilai keshalihan sosial. Apa lagi Ramadan tahun ini dibarengi dengan merebaknya pandemi. Seharusnya sisi kemanusiaan kita lebih siap karena sudah teruji.

“Saatnya kita untuk menguatkan ukhuwah dan mewujudkan kemuliaan jiwa dan mengasah sisi kedermawanan kita, khususnya dengan saudara-saudara terdekat kita, olehnya itu mari hidupkan budaya berbagi, dengan tetangga. Saling berbagi dan saling memberi hadiah maka kalian akan seling mencintai” demikian ungkapnya .

Ustazah Harisa Tipa Abidin, selaku Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah yang memberikan mutiara nasehat di sesi kedua lebih menguatkan para peserta ditengah kondisi ujian pandemic covid-19, dan menasehatkan untuk selalu bersyukur serta mengambil ibrah atas kondisi kehidupan saat ini. “Pada prinsipnya ini adalah proses kehidupan yang kita yakini adalah ketetapan Allah, akan banyak kendala dalam proses adaptasi, namun manusia diciptakan dalam wujud dan kemapuan yang setinggi-tingginya, diberikan Al Qur’an sebagai pedoman, maka kita yakin bahwa kita bisa melaluinya”, ungkap ummu khalid dengan nada optimis.

“Kami ingin mengingatkan bahwa rangkaian ujian yang kita lalui di masa pandemi adalah kesedihan dalam kesedihan yang terus mendera kita, akan tetapi sebagai orang beriman mari senantiasa menyandarkan diri hanya kepada Allah, dan terus mengarahkan pikiran pada kehidupan akhirat. Banyak orang yang telah kehilangan sandaran saat ujian-ujian ini dihadapkan kepada mereka. Allahpun telah menetapkan bahwa niscaya kalian akan diuji dengan rasa takut, kehilangan harta, kematian dan lainnya adalah hal yang telah ditentukan waktunya oleh maka kokohkanlah iman kita“ Tambahnya.

Mengenai berbagai pola kehiduan sosial yang berubah Ummu Khalid juga memberikan keterangannyab bahwa : “Jarak yang terbentang sebagai konsekuensi dari social distanncing adalah ketetapan Allah. Kita semua tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini yang membuat hanpir seluruh aktivitas manusia terhenti, bahkan masjidil haram yang tidak pernah berhenti beraktivitas juga harus di tutup. Disinilah Allah menunjukkan Maha perkasanya, dan seharusnya kita semakin sadar bahwa kita hanyalah makhuk yang kecil”

Sekaitan dengan New Normal Life yang marak di bicarakan , Ummu Khalid, lebih ingin memberikan istilah new generation. “Jujur saya lebih ingin memikirkan bagaimana desain persiapan new generation untuk menghadapi proses adaptasi dan perubahan selama pandemi. Kita harus mengambil peran, bukan hanya duduk dirumah dan mengikuti alur. Berdakwah tidak hanya mengandalkan pertemuaan, tapi juga harus bisa secara daring”, demikian ungkap beliau menutup sesi tausiah.

Selain mutiara pesan hikmah dari para asatidzah, kegiatan silaturahim virtual ini juga di selingi dengan berbagai tampilan visual dan pembacaan syair ukhuwah, dan sesi saling sapa/silaturahim itu sendiri yang di moderator oleh Ustadzah Luthfah Djabrud. Kebahahagiaan para peserta yang hadir sangat dirasakan dari ungkapan-ungkapan yang mereka sampaikan di sesi saling sapa ini, Ukhti Putri perwakilan dari pulau Ende Nusa Tenggara Timur contohnya, beliau menyampaikan rasa syukur dan senang skali bisa bertatap muka meski berjarak jauh namun melalui online, perasaan rindu dan semangat serta dukungan dapat dirasakan oleh mereka.Pulau yang bersebelahan tepat dengan negara Australia ini merupakan daerah yang mayoritas non islam, namun kami sangat bersyukur bisa menjadi suluh dakwah disini, ujar putri menambahkan.

Antusiasme peserta juga bisa dirasakan dalam room chat aplikasi zoom ini, sejumlah ungkapan, baik dalam bentuk ucapapan maupun apresiasi dituliskan. Beberapa diantaranya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam seperti yang diungkaplan oleh Nurijma dari Palopo, “Jazaakumullahu khairan kepada Muslimah wahdah Pusat yang telah memfasilitasi kegiatan silaturrahmi virtual ini, dan berharap kegiatan serupa bisa dilanjutkan dengan kegiatan Kajian Pengurus Virtual se-indonesia untuk memberikan semangat dan motivasi bagi kami pengurus khususnya ditengah ujian covid -19, agar terus berjuang dan berdakwah dalam kondisi apapun”.

Lain lagi yang dituliskan oleh Nurjannah perwakilan pulau Buru Papua “Syukran atas adanya kegiatan ini, masyaaAllah, saya sangat pribadi sangat bersyukur kepeda Allah subhana wata’ala karna sudah memilih ana sebagai salah satu anggota dan pengurus dakwah di kabupaten Buru”.

Rasa haru juga dituliskan oleh Ely Herlinawati perwakilan dari Sulawesi Barat yang menuliskan “MasyaaAllah untuk kegiatan silaturahim virtual hari ini, terharu melihat wajah-wajah saudari-saudari seperjuangan Se-Indonesia. Benar-benar perjumpaan yang sangat indah. Jazaakunullahu khair. Barakallahu fiikum”.

Ucapan Jazakumullahu khairan, disampaikan kepada pengurus muslimah wahdah se-nusantara dan seluruh peserta yang hadir dalam silaturahim virtual muslimah wahdah islamiyah kali ini, “Semoga Allah akan mempertemukan kita semua dikesempatan yang lain dalam suasana keakraban dan ukhuwah mari terus semarakkan semangat berbagi karena ia adalah salah satu bentuk bentuk kemuliaan jiwa, tetaplah di jalan yang sama, beriringan menuju izzul islam, andai muncul persimpangan, eratkan tangan satukan langkah, karena perjuangan kita satu, lillah wa fillah.” Tutup Master of Ceremony (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here