Senin, 17 Januari 2022
Beranda blog

Hadiri SILATNAS Wahdah Islamiyah, ini Harapan Gubernur DKI

0

MAKASSAR – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hadir sebagai pembicara dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wahdah Islamiyah pada Ahad, 14 November 2021. Kegiatan Akbar yang digelar virtual ini menghadirkan 60 ribu kader Wahdah Islamiyah dari berbagai penjuru Nusantara.

Dalam kesempatannya, Anies Baswedan menyampaikan berbagai harapan untuk kemajuan bangsa ini, “Kita semua, Wahdah Islamiyah berada di negeri yang bernama Indonesia ini, in syaa Allah akan bisa mengeratkan persatuan diantara kita.” Ujarnya kepada seluruh peserta.

“Indonesia ini harus kita jaga persatuannya, dan menjaganya adalah dengan mengetahui benar bagaimana proses pembentukannya.” Lanjutnya.

Menyambung pembicaraannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Wahdah Islamiyah, “Kinerja Wahdah Islamiyah sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan secara usia termasuk belia tapi dari sisi jangkauannya termasuk yang menjangkau sangat luas bukan hanya memiliki jaringan ke seluruh Indonesia tapi juga Wahdah Islamiyah memiliki kerja nyata di masyarakat kepada umat yang terasa benar efeknya.”

Anies Baswedan juga berpesan agar Wahdah Islamiyah sebagai organisasi kemasyarakatan perlu memandang ke depan bahwa ruang untuk berkiprah masih amat panjang, sumur pahala yang ada di negeri ini tak terbatas dan bisa menjadi pilihan Wardah Islamiyah untuk bisa menimba air dari sumur pahala tersebut.

Di akhir sesi sambutannya, beliau menyampaikan bahwa hari ini adalah kesempatan kita untuk memajukan dakwah dan umat, “Sama-sama kita baca perubahan zaman yang sedang dan akan berlangsung di waktu waktu dekat ini insya Allah dengan begitu Wahdah Islamiyah akan terus menjadi bagian yang mendorong kemajuan bagi umat.” Pungkasnya.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/wahdah-islamiyah-ormas-baru-anies-baswedan-yang-baru-tidak-menawarkan-masa-lalu-tapi-masa-depan/

Wahdah Islamiyah – Ormas Baru, Anies Baswedan : yang Baru, Tidak Menawarkan Masa Lalu tapi Masa Depan

0

Makassar – Pada hari Ahad (14/11) Wahdah Islamiyah Pusat gelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) secara virtual dengan dihadiri oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan sambutannya.

‌Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kembali silaturahmi dengan 57.000 kader Wahdah Islamiyah se-Indonesia, dengan konsep Nonton Bareng Live Streaming via Zoom Meeting per wilayah dengan menerapkan protokol kesehatan.

‌Wahdah Islamiyah adalah organisasi masyarakat (ormas) tentang agama islam dengan slogan Ilmu, Amal, Dakwah, dan Tarbiyah dalam membina kader-kadernya. Wahdah Islamiyah masih tergolong ormas baru di Indonesia, dan pada bulan Desember 2021 nanti akan melaksanakan Musyawarah Akbar (Muktamar) ke-4.

‌”Muda atau tua (ormas) itu adalah soal perspektif. Wahdah adalah barisan yang baru dari segi usia, maka yang baru itu tidak selalu menawarkan masa lalu, tetapi menawarkan masa depan.” ujar Anies Baswedan.

‌”Saya sering menyampaikan kepada anak yang baru lulus, kalau kalian ditanya saat wawancara, apa pengalamannya saat baru lulus, maka jawab, saya tidak menawarkan masa lalu pak, tapi saya menawarkan masa depan. Kalau anda mau mencari masa depan, maka saya siap untuk membawa masa depan. Tapi kalau anda mau mencari masa lalu, maka cari orang lain, saya siap di masa depan.” lanjutnya.

‌”Kami berharap Silatnas ini, satu, menyadari kita adalah unsur penjaga kesatuan, yang kedua tengok kedepan lihat bahwa Indonesia kita harus terjaga dengan rasa adil, ketiga sama-sama kita baca perubahan zaman yang sedang dan akan berlangsung di waktu dekat dekat ini. InsyaaAllah dengan begitu (Wahdah Islamiyah) akan terus menjadi bagian yang mendorong kemajuan bagi umat. Kepada semua keluarga besar Wahdah Islamiyah izinkan saya menyampaikan terima kasih, (dan) apresiasi atas perannya selama ini.” ujarnya sekaligus menutup sambutan.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/momentum-silatnas-ustadz-zaitun-ceritakan-kisah-perjuangan-wahdah-islamiyah/

Momentum Silatnas, Ustadz Zaitun Ceritakan Kisah Perjuangan Wahdah Islamiyah

0

Wahdah Islamiyah, sebagaimana namanya, berusaha untuk terus menjaga persatuan bangsa. Dalam rangka menyatukan asa menuju Muktamar IV, Wahdah Islamiyah menggelar Silaturahmi Nasional Kader Wahdah Islamiyah.

Kegiatan ini dimulai sejak 08.30-12.00 WITA, berlangsung secara daring melalui zoom meeting dan diikuti oleh kurang lebih 50.000 kader se-Indonesia, baik memakai perangkat pribadi maupun dengan nonton bareng di tingkat pimpinan ranting, cabang, daerah dan wilayah, Ahad (14/11/21)

Mengangkat tema “Wahdah Islamiyah, Dulu, Kini dan Nanti,” Ust.Zaitun selaku pimpinan umum Wahdah Islamiyah memaparkan bagaimana perjalanan Wahdah Islamiyah sejak dirintis hingga menjadi organisasi kemasyarakatan. Beliau dengan visioner menceritakan cikal bakal berdirinya ormas Wahdah Islamiyah.

“Wahdah Islamiyah awalnya dirintis oleh beberapa orang pemuda yang memiliki keprihatinan terhadap kondisi ummat. Lalu melahirkan beberapa orang kader di Makassar dan melebar ke beberapa daerah. Para perintis juga mendapatkan kesempatan untuk belajar agama secara langsung di Arab Saudi,” jelasnya.

Tidak lama kemudian berdirilah STIBA yang mengajarkan pentingnya pantang menyerah, yang awalnya hanya belajar di masjid dengan asrama di samping masjid. Setelah itu diikuti oleh berdirinya sekolah seperti PAUD, SD, SMP dan seterusnya.

Perkembangan Wahdah Islamiyah semakin nampak saat Muktamar I di tahun 2007. Langkah untuk menyebarkan dakwah dimulai dengan Tebar Dai Nusantara. Alhamdulillah hasilnya bisa terlihat, 2017 berdiri DPD di seluruh kota dan kabupaten.

Menjelang Muktamar IV, Wahdah Islamiyah mulai dikenal secara nasional, bahkan telah memasukkan Wahdah Islamiyah sebagai ormas papan tengah dibawah Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Dalam perjalanan dakwah, Allah memberi begitu banyak karunia, walau sebenarnya kita punya banyak kelalaian,” ujarnya sembari tetap merendah dengan pencapaian yang sudah dipaparkan.

Wahdah Islamiyah kedepan diharapkan tetap bisa membentuk pribadi-pribadi muslim yang berkualitas, menjadi istimewa karena iman yang kuat, punya semangat berbagi dan peduli kepada orang lain, terus berkorban dan berjuang untuk kebaikan manusia.

Salah satu agenda penting dalam Muktamar IV adalah pembahasan tentang ketahanan keluarga. Menurut beliau, ada 3 fungsi keluarga yang diharapkan ada pada kader diantaranya, bahwa keluarga berfungsi sebagai ma’wa yakni sebagai tempat berteduh, berbagi suka dan dukanya sehingga menguatkan pribadi-pribadi kuat, yang melahirkan sosok penyayang.

Keluarga juga diharapkan sebagai madrasah, tempat untuk mengasuh hati, menggembleng kepribadian sehingga lahir generasi-generasi yang kuat dalam aqidah dan ibadah. Yang ketiga, bahwa keluarga merupakan markaz terkecil perjuangan. Ia adalah pusat-pusat dakwah untuk setiap insan di dalamnya dan di lingkungannya.

Hadir dalam Silatnas ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang sangat menginspirasi para peserta. Ust. Zaitun Rasmin sangat berterima kasih atas kehadiran orang nomor satu Jakarta ini. “Walau sibuk, beliau tetap meluangkan waktu memberikan hak orang-orang yang bisa beliau tunaikan,” ujarnya

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/hadiri-silatnas-wahdah-islamiyah-ini-harapan-gubernur-dki/

Ketua TP PKK Sulsel: “Semoga Hasil Musyawarah ini Memberikan Sumbangsih Positif untuk Kemaslahatan Umat”

0

Muswil III ini diadakan sebagai bentuk evaluasi masa kepengurusan sebelumnya dan membahas rona awal serta positioning organisasi dalam mengatur strategi 5 tahun ke depan demi misi 2030. Muslimah Wahdah Islamiyah (WI) Sulsel melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) III yang digelar secara daring dan luring, dengan lokasi utama di Hotel Ibis Styles Makassar, Sabtu-Ahad (6-7/11/21).

Ketua Muslimah DPW WI Sulsel, Ustazah Luthfah Djabrud, S.Si., mengimbau kepada seluruh pengurus untuk terus berbenah, dan berani mengambil langkah untuk beradaptasi dalam segala kondisi.

“Musyawarah DPW Muslimah III menjadi awal kita tak lagi gagap dengan perubahan-perubahan pola, perubahan mekanisi karena kita adalah muslimah pejuang yang siap dalam keadaan apapun untuk bisa move on dari offline ke online. Mudah-mudahan kita bisa mengambil peran yang lebih banyak lagi, apapun keadaan dakwah kita ke depan in syaa Allah,“ ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW WI Sulsel, Ustaz Masdin Udu, Lc., M. H. I., mengapresiasi kiprah Muslimah Wahdah Wilayah yang sangat pesat perkembangannya dengan tetap menyeimbangkan perannya pada sosok yang memiliki peran besar di belakangnya.

“Kami ingatkan bahwa jangan sampai kiprah tersebut banyak kewajiban lain yang kita lupakan. Teruslah berupaya membagi waktu. Bagaimana muslimah kepada Rabb-Nya, bagaimana muslimah sebagai istri, ibu, sehingga semua bisa kita lakukan sesuai dengan porsinya,” tuturnya.

Tak lupa, Ustaz Masdin juga menasehati para pengurus untuk tetap tsiqoh terhadap sesama pengurus.

“Maka dalam Al Qur’an menyebutkan bagaimana ketaatan terhadap pemimpin hingga Allah berikan kemenangan kepada mereka. Marilah kita juga tsiqoh terhadap akhwat yang bersama kita karena mereka adalah akhwat yang dipilih Allah membersamai dalam perjuangan. Seperti ketika hud-hud seekor burung yang lemah dan Raja Sulaiman tsiqoh terhadapnya, dan ketsiqohan Raja Sulaiman pada makhluk Allah yang kecil membawanya bisa menaklukkan kerajaan Ratu Balqis,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, S. T. Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah penyebaran kebaikan melalui dakwah.

“Kami turut memberikan dukungan demi kelancaran kegiatan yang bernilai positif. Semoga hasil musyawarah ini mampu memberikan sumbangsih positif untuk kemaslahatan umat ke depannya,” kata Naoemi.

Ketua Muslimah Wahdah Pusat, Ustazah Harisa Tipa Abidin, S. Pd. I., M. Pd., memberikan penguatan agar seorang pejuang senantiasa terlahir, terdidik bahkan hingga menua dalam proses amar ma’ruf nahi mungkar.

“Kita dilahirkan dengan orang yang amar ma’ruf nahi mungkar dan berharap kita dibangkitkan dengan orang yang amar ma’ruf nahi mungkar yang kita sudah tahu keutamaannya,” jelas Ustazah Harisa Tipa.

Mengangkat tema mengokohkan peran Muslimah Wahdah Wilayah Sulsel dalam mewujudkan Indonesia Jaya, Ustadzah Harisa Tipa mengatakan bahwa dengan tema ini, maksimalisasi perjuangan di mana pun berada.

“Semoga apa yang telah Allah berikan sejak 2016-2021 seluruhnya adalah hari-hari terbaik yang telah Allah berikan, makanan terbaik, udara yang kalian hirup adalah udara terbaik yang paling bersih yang antunna hirup. Sebab kalian adalah kader terbaik untuk membawa beban perjuangan,” tutupnya.

Ketua Aisyiyah PW Sulsel Sampaikan Orasi Pentingnya Peran Perempuan Sebagai Ibu dalam Mendidik Generasi di Era Digital

0

Makassar, Muslimah Wahdah Islamiyah gelar Webinar sebagai salah satu rangkaian Menyambut Muktamar IV Wahdah Islamiyah, Sabtu (23/10/2021)

Ibu Dr.Nurhayati Aziz, S.E., M.Si. selaku Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel Secara spesifik mengingatkan tentang peran perempuan dalam merawat dan mendidik anak-anak  menjadi generasi yang semangat,aktif dan berakhlak Qur’ani demi keutuhan sebuah keluarga yang bahagia. Seorang ibu mampu mendidik dengan ketegasan secara mental maupun fisik yang  berawal saat mengandung dan melahirkan yang tidak dirasakan oleh kaum laki-laki.

Beliau melanjutkan bahwa Peran ibu sebagai teladan bagi anak terutama saat pandemi, merasakan kesempatan dalam beradaptasi. terdapat sekitar 79% orang tergantung pada kecanggihan digital. Dimana sebagian besar  berintegrasi ke dunia digital, sehingga menuntut kita untuk cakap, kritis dan waspada. Kritis terhadap berita bohong, bijak diruang digital, penting saring sebelum sharing, posting yang penting bukan yang penting posting.

Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa Pendidikan karakter dalam penanaman nilai Akhlaqul karimah menjadi modal utama dalam mendidik anak. Dimana orang tua khususnya ibu sebagai sahabat  bagi anak-anak kita dengan senantiasa memperhatikan perlakuan dalam 9 M yaitu, menjadi pendengar yang baik, meyakinkan bahwa orang peduli, menjadi pendamping dalam belajar, memberi pujian dan apresiasi, mengajak anak berdiskusi, memberi ruang berinteraksi, membangkitkan rasa percaya diri.

Ibu Dr. Nurhayati kembali menegaskan tentang tanggung jawab sebagai orang tua utamanya perempuan sebagai ibu yang memiliki banyak gaya dalam merawat dan mendidik namun yang perlu dihindari yaitu memerintah, meremehkan, membandingkan, mengancam, mengkritik dan menyinggung. Namun yang utama juga bahwa menjaga komunikasi dengan suami dan anak-anak menjadi salah satu modal dalam mendidik, “komunikasi jangan pernah putus” ungkapnya.

Di akhir orasi beliau katakan membangun relasi cinta dengan keluarga sangatlah penting bahwa hubungan anak dan orang tua bukan sebatas itu saja tapi anak juga adalah sahabat.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/asisten-deputi-kemenpppa-eko-novi-ajak-muslimah-wahdah-bersinergi-mengambil-peran-pengasuhan-anak/

Asisten Deputi KemenPPPA, Eko Novi Ajak Muslimah Wahdah Bersinergi Mengambil Peran Pengasuhan Anak

0

Pendidikan anak adalah hal yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Untuk itulah Muslimah Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan Webinar dan Silaturahmi Nasional bertajuk “Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Perlindungan Anak Indonesia”, Sabtu (23/10/2021).

Hadir sebagai pembicara, Dra. Eko Novi Ariyanti R.D, M.Si yang merupakan Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Dalam pemaparannya di room virtual selama kurang lebih 40 menit, Eko Novi menjelaskan urgensi pengasuhan.  Pengasuhan merupakan pusat pembangunan nasional untuk mendapat SDM berkualitas dan sejalan dengan prinsip SDGs.

Menurutnya penduduk Indonesia didominasi oleh generasi milenial dan gen Z yang merupakan penduduk kelompok anak, remaja dan pemuda. Banyak sekali permasalahan anak, salah satunya adalah angka kekerasan dimana satu dari lima anak perempuan dan satu dari tiga anak laki-laki mengalami kekerasan fisik.

Belum lagi masalah di tengah pandemi  sebanyak 58 persen anak merasa tidak senang saat menjalani proses belajar di rumah karena sulit berinteraksi dengan teman-temannya. Selain itu, sebanyak 57 persen perempuan mengalami peningkatan stress dan kecemasan akibat bertambahnya beban pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan. Eko Novi melanjutkan bahwa setiap anak mendapatkan pengasuhan positif dengan dua indikator yakni anak diasuh oleh orang tua maupun orang tua pengganti, tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas pengasuhan.

Untuk bisa mewujudkan indikator ini butuh dukungan dari banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat/tokoh agama dan ormas berbasis komunitas. Kepentingan terbaik bagi anak menjadi pertimbangan utama dan mempertimbangkan tahapan tumbuh kembang anak.

Sehingga peran perempuan ibu dalam peningkatan menjadi prioritas dalam pergerakan bangsa. “Peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak menempati urutan kedua dari lima arahan Presiden Republik Indonesia, sehingga topik ini harus menjadi prioritas dalam pergerakan bangsa,” jelasnya.

Asisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak ini mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dengan KemenPPPA. Dalam hal ini dengan para akademisi, dunia usaha dan lembaga masyarakat termasuk Muslimah Wahdah Islamiyah. Menurutnya, Muslimah Wahdah Islamiyah sebagai ormas yang berbasis komunitas bisa membantu menyuarakan topik ini hingga ke lapisan masyarakat bawah.

Webinar Muslimah ini juga menghadirkan keynote speaker, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, H. Dr. Zaitun Rasmin, Lc, MA. Ustadz Zaitun memaparkan bahwasanya  kita perlu berusaha meningkatkan upaya kita dalam hal pendidikan di masa yang akan datang.

“Pendidikan tidak semata-mata dalam makna umum, sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun, pendidikan dalam hal ini harus menyuluruh, menyentuh seluruh aspek kehidupan, melahirkan pembangunan manusia seutuhnya, baik dalam aspek kognitif/akal, jasmani, dan tentu saja menyentuh aspek ruhiyah yang merupakan unsur terpenting dari diri manusia,” jelasnya saat pembukaan kegiatan.

Wahdah Islamiyah berusaha merangkum seluruh konsep pendidikan ini dalam lingkup kegiatan dan program Wahdah Islamiyah yang bisa disumbangkan untuk bangsa.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/di-webinar-muslimah-wahdah-islamiyah-ketua-dprd-sulsel-dorong-kaum-perempuan-aktif-memperjuangkan-hak-haknya/

Di Webinar Muslimah Wahdah Islamiyah, Ketua DPRD Sulsel Dorong Kaum Perempuan Aktif Memperjuangkan Hak-haknya

0

MAKASSAR— Partisipasi kaum perempuan dalam politik memegang peranan penting. Keberadaan legislator perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan dengan mewakili, mengawal anggaran, mempengaruhi agenda dan proses pembuatan kebijakan, serta turut serta dalam proses pembangunan.

Pernyataan ini disampaikan Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari saat menjadi narasumber pada Webinar Muslimah dan Silaturahim Nasional Muslimah Wahdah Islamiyah bertema “Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Perlindungan Anak Indonesia”, Sabtu (23/10/2021).

Ibu Andi Ina bersyukur di DPRD Sulawesi Selatan legislator perempuan mencapai hampir 30 persen. “Dari 85 anggota DPRD Sulawesi Selatan, ada 23 perempuan yang mewakili masyarakat Sulawesi Selatan yang ada di lembaga DPRD Sulawesi Selatan,” ungkap Andi Ina.

Seperti diketahui, Andi Ina merupakan politisi perempuan pertama yang mejadi Ketua DPRD Sulawesi Selatan. “Sebagai ketua DPRD Sulawesi Selatan saya harus menjaga tatakrama saya, ucapan saya karena sekali lagi saya tidak mau mempermalukan perempuan Sulawesi Selatan. Itulah prinsip saya,” kata Andi Ina.

“Lembaga politik adalah lembaga yang berfungsi mengambil memutuskan kebijakan-kebijakan dan di situlah juga di dalam anggaran,  di dalam pembangunan ada perempuan di dalamnya. Tentunya kaum lelaki tidak paham akan kebutuhan kaum perempuan,” jelas Andi Ina.

Sementara itu, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat Ustazah Harisa Tipa siap mengawal isu-isu perempuan dan anak. “Muslimah Wahdah Islamiyah akan turut mengambil peran dalam kontribusi yang signifikan untuk menjalankan tanggung jawab ‘ishlahul ummah’ dalam perannya melaksanakan berbagai aktifitas dan kebaikan di tengah-tengah ummat,” kata Ustazah Harisa.

Menurut Harisa, penyelenggaraan Webinar dan Silaturahim Nasional Muslimah Wahdah Islamiyah bertujuan untuk membangun sinergitas kaum perempuan untuk kejayaan Indonesia.

Selain Ibu Andi Ina dan Ustazah Harisa, hadir beberapa narasumber lainnya. Seperti Amany Lubis (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), A. Majdah M. Zain (Muslimat Wilayah NU Sulsel), dan Nurhayati Azis (PW Aisyiyah Sulsel).

Acara ini dilakukan secara hybrid, yakni peserta yang hadir offline sebanyak 200 orang di Hotel Saoraja Makassar. Sementara peserta yang mengikuti melalui aplikasi Zoom sekira 5000 orang. Untuk diketahui, Webinar dan Silaturahim Nasional Muslimah Wahdah Islamiyah sosialisasi ini juga dalam rangka menyemarakkan Muktamar IV Wahdah Islamiyah yang akan digelar pada Desember 2021 mendatang di Makassar.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/ketua-mui-bidang-perempuan-edukasi-peran-muslimah-ketua-muslimah-wahdah-sebut-41-000-muslimah-telah-berkontribusi/

Ketua MUI Bidang Perempuan Edukasi Peran Muslimah, Ketua Muslimah Wahdah Sebut 41.000 Muslimah Telah Berkontribusi

0

Makassar, Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat gelar Webinar Muslimah dengan tema “Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Perlindungan Anak Indonesia”, dilaksanakan pada hari Sabtu (23/10) bertempat di Saoraja Ballroom Wisma Kalla, Makassar.

Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA selaku ketua Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Pusat menyampaikan, bahwa strategi pengembangan pendidikan bagi muslimah bisa lewat tiga hal yaitu, humanisme, internalisasi terhadap ajaran islam dan lewat penjelasan hubungan ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Tentunya hal demikian juga sudah disampaikan oleh oleh Ustadzah Harisa Tipa Abidin, S.Pd.I, M.Pd.I selaku Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat saat pembukaan, bahwa kegiatan webinar ini untuk mengedukasi para muslimah tentang peran penting mereka untuk Pendidikan Anak dan Keluarga.

Adapun dalam penyampaiannya, para muslimah yang tergabung dalam ormas Muslimah Wahdah Islamiyah, turut berkontribusi lewat peran dan keahlian mereka diantaranya menjadi Tenaga Guru Ngaji sebanyak 35.154 orang, Tenaga Relawan Sosial dan Tim Penyelenggaraan Jenazah sebanyak 2.215 orang, Kader Kesehatan sebanyak 1.045 orang, dan Daiyah sebanyak 3.163 orang yang tersebar di 34 Wilayah se-Indonesia.

Prof. Amany Lubis juga menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki lima komponen yaitu kesadaran tentang harga dirinya, hak memiliki pilihan, hak untuk berkembang dan akses sumber daya hidup, hak mengontrol kehidupan pribadi dan rumah tangga, dan kemampuan berperan untuk proses perubahan sosial, kemasyarakatan, ekonomi dan pendidikan.

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida, Siap Berkontribusi untuk Indonesia

0

Pada 19/10/2021 bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1443 H, Ketua muslimah Wahdah Islamiyah Ustadzah Harisa Tipa beserta jajaran pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah wilayah Jakarta mengunjungi PP Muslimat Hidayatullah.

Silaturahmi yang bertempat di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Majelis Penasehat, Majelis Murobbiyah Pusat, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat beserta lima pengurus lainnya.

Kunjungan dari saudara seperjuangan ini merupakan kunjungan yang istimewa. Ustadzah Sarah Zakiyah selaku plt. Sekretaris Jendral PP Muslimat Hidayatullah menyambut hangat, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan tersebut. Beliau menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Ketua Umum PP Mushida Ustadzah Hani Akbar yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di luar kota.

Dalam silaturahmi tersebut, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat menyampaikan bahwa Wahdah Islamiyah akan menggelar perhelatan Muktamar IV yang akan diadakan di Makassar pada Desember 2021 mendatang.

“Mohon doa untuk acara Muktamar IV Wahdah Islamiyah, semoga diberi kemudahan dan kelancaran sehingga bisa menghasilkan program dakwah yang bemanfaat bagi umat. Harapannya semoga Muslimah Wahdah dan Muslimat Hidayatullah bisa saling bahu membahu dan bekerja sama dalam menghadapi persoalan keumatan,” tutur Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat Ustadzah Harisa Tipa Abidin yang biasa disapa dengan panggilan Ummu Khalid ini.

Kedua unsur kemuslimahan dari ormas nasional di Indonesia ini juga siap lakukan sinergi dan kolaborasi untuk membangun Indonesia dan peradaban.

“Membangun peradaban Islam tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus mewujudkannya bersama, dengan bersilaturahmi sebagai langkah awal. Insya Allah Muslimat Hidayatullah siap untuk bersinergi. Selain itu kita juga harus berfastabiqul khairat dan saling mengingatkan jika ada kekurangan,” ungkap Ustadzah Sabriati Aziz.

Silaturahmi tersebut berlangsung hangat. Sesekali diselingi dengan canda dan tawa renyah saat bercerita tentang pengalaman masing-masing. Kegiatan silaturahmi dirangkai dengan pemberian cinderamata, shalat berjama’ah, dan makan bersama.
Silaturahmi yang bertepatan dengan momen kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada 12 Rabiul Awwal ini diharapkan mampu menyerap spirit perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam mengemban risalah dan menyebarkan dakwah. Semoga hal ini menjadi langkah baik untuk bekerja sama, bersinergi, hingga memberikan kemaslahatan bagi umat.

Gelar Musda ke-V Muslimah Wahdah Islamiyah DPD Bone Kokohkan Persatuan dan Ukhuwah

0

Bone – Muslimah Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Bone kembali gelar Musda ke-V dengan mengusung tema “Mewujudkan Muslimah Wahdah Bone yang Jaya dengan Pendidikan Paripurna dalam Wasathiyah Islam”. Musda ke-V ini sukses digelar selama dua hari, Sabtu dan Ahad (16-17/10/2021) melalui video conference Zoom, Menghadirkan seluruh pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah DPD Bone dan ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Cabang se-Kabupaten Bone.

Wakil Ketua Wahdah Islamiyah Bone yaitu Ustadz Muhamammad Jamil, Lc pada kesempatan kali ini memberikan sambutannya, “Jaga kekompakkan dalam berukhuwah, karena tidak tercapai kekompakkan jika nilai ukhuwah tidak ada” harapnya kepada seluruh pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah Bone.

Ustadzah Sri Rahayu sebagai ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Bone juga turut memberikan sambutan pada kegiatan ini, beliau mengatakan “semoga kita semua mendapatkan balasan terbaik oleh Allah, karena telah menyelesaikan program kerja kita, semoga ketika kita keluar dari Musda ini kita melapangkan dada kita terhadap kesalahan atau kelalaian selama bersama lebih kurang 5 tahun”.

Turut hadir, Ustadzah Luthfah Djabrud selaku ketua Muslimah Wilayah Sulawesi Selatan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Musda ke-V ini. Dalam sambutannya Ustadzah Luthfad menyampaikan “Hal yang paling mahal dijaga dalam Jama’ah adalah persatuan, kesatuan, ukhuwah diantara kita ini adalah kekuatan kita sebagai Jama’ah. Siapapun yang terpilih menjadi ketua pada moment musda, ini adalah takdir Allah yang baik, pasti ada satu tujuan dan maksud dari takdir Allah ini.”

“Menjaga persatuan dan keutuhan adalah hal yang sangat penting. Bagaimana kita menjaga kelapangan dada terhadap pilihan hasil musyawarah ini meskipun ia berbeda dari hasil pilihan kita sendiri. “ pungkasnya.

Acara Musda berjalan dengan baik, lancar serta sukses hingga ke acara puncak yaitu pemilihan ketua Muslimah Wahdah Islamiyah DPD Bone. Dalam Musda ke-V ini Ustadzah Sri Rahayu, S. Kel kembali terpilih sebagai Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah DPD Bone periode 2022-2026.