Beranda blog

Generasi Padi

0

“Jadilah seperti padi, makin berisi makin merunduk”

Kita semua tentu sangat familiar dengan pepatah tersebut. Pepatah indah yang begitu sering didengungkan oleh para pengajar kita, tentang bagaimana seharusnya ilmu membuat seorang manusia menjadi lebih tunduk dalam kerendahan hati.

Sayangnya, saat melihat realita yang terjadi, pepatah ini seakan menjadi sekadar jargon saja. Seperti tagline yang terus kita dengar atau kita baca tanpa benar-benar diresapi. Maka seiring berjalannya waktu, sering kita dapati, realisasi pepatah ini menjadi begitu jauh. Sebagian besar manusia, ternyata, semakin berilmu seringkali semakin memandang tinggi dirinya. Semakin bergelar, maka semakin ingin dihormati. Lalu, ilmu apa yang sebenarnya dimaksud pepatah ini?

Ketika belajar agama, tarbiyah, ada hal yang kemudian saya pahami. Sekolah umum itu, sekolah ilmiah itu.. secara umum memberi makan bagi akal/pikiran dan jasad, tetapi tidak atau kurang memberi makan “hati”. Padahal sifat padi yang digambarkan merupakan karakter tawadhu’, karakter istimewa yang terdidik dari keimanan kepada Robbul ‘alamin, karakter yang terdidik dari kemuliaan ilmu. Ya, ilmu, tetapi yang dimaksud adalah ilmu agama: Al-qur’an dan hadits-hadits Nabi sesuai pemahaman salafus shalih.

Maka, konsep tarbiyah yang mendidik ruhiyah (hati), tsaqofiyah (wawasan), dan jasadiyah (fisik) merupakan konsep dasar yang seharusnya dimiliki oleh pendidikan generasi hari ini. Termasuk bagi kita para ibu. Bukankah masyhur sekali perkataan Ibunda Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri -semoga Allah merahmati keduanya-, ”Wahai putraku, tuntutlah ilmu dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan?Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu.” (Riwayat Imam Ahmad).

Di antara ke-3 aspek penyusun manusia: fisik, akal, dan ruh/hati maka yang paling penting ialah “hatinya”. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Dan juga sabda beliau:
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

MasyaAllah.. inilah di antara keadilan Allah ‘azza wa jalla yaitu Dia menjadikan seluruh manusia lahir di atas fitrah, menurut ulama yang dimaksud fitrah ialah keimanan walaupun lemah. Dan hati serta amalan itulah yang Allah ta’ala lihat dan jadikan patokan kemuliaan. Seseorang boleh saja terbatas secara fisik, tetapi iman dan ilmu (agama) menjadikannya mulia.

Maka di antara salah satu solusi melahirkan kembali generasi padi kepada anak-anak kita hari ini adalah mendidik hati mereka. Mendidik hati mereka dengan iman dan ilmu agama (Al-qur’an dan sunnah sesuai pemahaman salafus shalih), dan tarbiyah bisa menjadi di antara wasilah yang bisa diterapkan ke sekolah-sekolah umum. Semoga, dengan terdidiknya hati akan melahirkan akal dan jasad yang juga terdidik dalam bingkai iman.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Mujadilah : 11).

Wallahu a’lam
Allahul musta’an

(Ummu Arqam)

Lembaga Koordinasi Majelis Taklim Wahdah Islamiyah Gelar Gema Majelis Taklim Virtual Nusantara

0

Ahad, (15/11) Lembaga Koordinasi Majelis Taklim (LKMT) Wahdah Islamiyah menggelar kegiatan Gema Majelis Taklim dengan tema “Ada Surga di Rumahku” dihadiri oleh dihadiri oleh 650 partisipan, menggandeng Muslimah Organizer sebagai pelaksana event tahunan yaang kali ini dilaksanakan secara virtual.


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Lembaga koordinasi majelis taklim (LKMT) Wahdah Islamiyah Ustadzah Liza Harits, S.P. Dalam pembukaan Ustadzah Liza juga memberikan informasi tentang visi dan berbagai program dari LKMT di Indonesia, bahkan secara khusus menyampaikan kepada peserta untuk mendukung gerakan 1RW 1MT sebagai gerakan nasional LKMT. “Kita memiliki gerakan 1RW 1MT, dan kita berharap semua daerah mendukung dan melaksanakan gerakan ini untuk syiar majelis taklim yang lebih masif lagi diseluruh nusantara” ungkap beliau.


Menghadirkan daiyah nasional Muslimah Wahdah Islamiyah Ustadzah Harisa Tipa abidin, S,Pd.I. Dalam materi yang disampaikan Ustadzah Harisa memberikan ilustrasi surga dan memotivasi para peserta untuk terus menggelorakan jiwa mengejar surga, beliau membuka paparan materinya dengan mengajak peserta mentadabburi surah al-baqarah ayat 25 “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. Demikian terjemahan ayat yang senantiasa diulang oleh ustadzah.

Gema Majelis Taklim yang digelar kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom meeting. Meski dilaksanakan secara virtual, namun tidak mengurangi semangat para muslimah untuk ikut bergabung. Terlihat dari antusias para peserta yang hadir dari berbagai daerah diseluruh nusantara dari barat hingga timur Indonesia diantaranya Banda Aceh, Kalimantan, Bandar lampung, Cianjur, Depok, Jakarta Timur , Bekasi, Bogor, Gorontalo, Donggala Sulawesi Tengah, Jayapura, Ternate, Toli-Toli dan Sulawesi Selatan. (red)

Muslimah Wahdah Palu Berbagi Kisah Sejarah Rasulullah via Taklim Virtual

0

Palu – Muslimah Wahdah Palu gelar Taklim Sirah Nabawiyah secara Virtual pada hari Jumat (13/11), untuk para muslimah sebagai bentuk syiar dakwah dan mengenalkan sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kegiatan ini digelar secara rutin tiap pekannya setiap hari Jum’at malam dan telah terlaksana dua kali. Pada pertemuan kedua ini dihadiri oleh 100 orang peserta via Zoom Meeting dan mengundang Ustad Rizal Abu Muhammad, Lc sebagai pemateri.

“Saat ini, justru yang lebih dihafal anak-anak kita adalah kehidupan para artis, kegiatan sehari-hari orang yang diidolakan yang tidak mendapatkan jaminan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” ujar Ustad Rizal saat membuka materi.

Ustad Rizal berpesan kepada para muslimah yang hadir agar bisa membina keluarga, rumah tangga dan anak-anaknya untuk mencintai sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang merupakan perintah dari Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Ida Wahyuni, selaku Koordinator Unit Dakwah Muslimah Wahdah Palu berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi wasilah para muslimah agar lebih mengenal sosok Rasulullah dan menerapkan nilai-nilai islami dalam mendidik dan membina keluarga.

Dakwah Bergema di Bumi Arung Palakka, Ratusan Muslimah Ikut GMT Vitrual

0

Ahad (15/11) Unit Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bone kembali menggelar Gema Majelis Taklim (GMT) dengan mengangkat tema Ada Surga di Rumahku, alhamdulillah sukses menghadirkan 257 partisipan.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri handal yang juga seorang Trainer, Ustadzah Syamsi Asni Maknun yang sering disapa dengan Ummu Hasan. Dalam materi yang dibawakan, beliau menuturkan bahwa “masih ada kesempatan menjadikan rumah seperti surga, salah satunya adalah dengan kesabaran. Surga itu sangat berkaitan dengan kesabaran”.

Gema majelis taklim yang digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini dilakasanakan secara virtual melalui Zoom meeting. Meski dilaksanakan secara virtual, namun tidak mengurangi semangat para muslimah untuk ikut bergabung. Terlihat dari antusias para peserta mengikuti kegiatan dari pembukaan hingga penutupan. Bahkan tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan yabg dilontarkan oleh para peserta.

Bukan hanya itu, menariknya lagi beberapa peserta GMT hari ini juga berasal dari berbagai daerah seperti, Bulukumba, Palembang, Belopa, Tarakan, Tanah Batue dan Perbatasan Sinjai.

Gema Majelis Taklim ini memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada seluruh peserta untuk mulai mempersiapkan dan memahamkan kepada seluruh keluarga serta terus belajar agar mampu meraih surga di rumah.

945 Daiyah Muslimah Wahdah Ikuti Upgrading Da’i/Daiyah Wahdah Islamiyah Bersama MUI Pusat

0

Muslimahwahdah.or.id. – Sabtu, (14/11) Departemen dakwah DPP Wahdah Islamiyah menyelenggarakan kegiatan up-grading dai dan daiyah Wahdah Islamiyah se-Indonesia bersama MUI Pusat secara virtual. Sekitar 1400 peserta yaitu 551 da’i dan 945 daiyah mengikuti kegiatan yang menghadirkan pembicara dari MUI pusat. Diantara pembicaranya adalah Dr. Lukmanul Hakim, M.Si, (ketua bidang pemberdayaan Ekonomi MUI Pusat) dengan materi “Implementasi Konsep Halal di NKRI yang majemuk”. Ust. Dr. KH Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. M.A (Ketua Umum DPP Wahdah islamiyah) dengan materi “Khilafah dan Kebangsaan Berbasis Pancasila dan UUD 1945”, dan pembicara terakhir adalag Ustadz Drs. H. Sholahudin Al Ayub, M.Si selaku wasekjen bidang fatwa MUI Pusat, dengan materi “Konsep Tashwiyah al-Manhaj dan al-Harakah MUI .

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu/wawawan persatuan ummat dan kebangsaan dalam bingkai NKRI, serta meningkatkan kompetensi para da’i dan daiyyah agar lebih bijak dalam menghadapi realitas ummat ini dibuka oleh Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ustadz Dr. KH Marsudi Syuhud. Dalam sambutannya Dr. KH. Marsudi menyampaikan bahwa dai harus bisa menyatukan hukum-hukum yang tetap dari Allah dan mengaplikasikannya ditengah perubahan yang ada. Mau tidak mau dai harus mengikuti dan menjadi penghubung diantara ummat. Karena yang demikian tidak gampang maka penting bagi kita untuk terus belajar”, tegasnya. (red)

Mari Menulis di Kolom dan Opini muslimahwahdah.or.id

0

Makassar – Ketika muncul 4 tahun yang lalu, Muslimah Wahdah dikonsep sebagai media alternatif yang menyajikan berita dan memenuhi tanggung jawab amanah informasi kepada kader muslimah. Kala itu SDM mungkin sudah ada, tapi menulis di media boleh dibilang masih merupakan barang yang jarang disentuh oleh kalangan kita apalagi dijangkau oleh banyak kader.

Hari ini  situasi telah sangat jauh berubah. Media online menjadi kebutuhan yang massif, semua media konvensional dan mainstream berubah wujud menjadi online agar bisa diakses siapa saja, kapan saja, di mana saja. Dalam hampir 4 tahun, muslimahwahdah.or.id menjadi saluran rilis semata.

Dulu, siapa yang pernah membayangkan, orang bisa memesan tiket pesawat dan hotel hanya dengan satu-dua kali klik sambil makan pisgor diteras rumah? Ada pula masanya ketika orang beramai-ramai membuat medianya sendiri dalam bentuk blog. Lalu, dalam waktu yang tak lama, muncullah situs mikro-blogging yang melahirkan kaum “opinion leader” baru hanya dengan berbekal kerajinan ala kadarnya. Belum lagi berbagai media sosial mainstream yang memanjakan visual dengan  gambar dan video, semakin tertiggallah hasrat literasi.

Dalam perkembangan seperti itu, ketika setiap individu memproduksi informasi dan bahkan menjadi “media” dengan akun-akun socmed berpengikut ribuan bahkan jutaan, gelombang terbaru kemunculan media online memperlihatkan kecenderungan yang berbeda lagi. Media online menggeser konsepnya dari sekedar menyajikan “berita cepat“, menjadi media-media berbasis riset yang kuat, dan memadukan antara konsep “online” dan media lama, dengan menyerap insight dari trending media sosial. Disamping itu, interaksi dengan “user” juga menjadi rumus baru, yang melahirkan media-media berbasis opini yang ternyata  digemari masyarakat.

Sahabat muslimah

Menyikapi perkembangan seperti itu, muslimahwahdah.or.id  sebagai media online generasi baru tentu  tidak akan berdiam diri karena tak ingin ditinggalkan zaman dan pembacanya. Karena yang akan bertahan bukanlah yang terkuat melainkan yang mampu beradaptasi.

Tentu saja, kami tidak perlu mengubah konsep namun kami akan selalu berbenah disana-sini. Namun, menyesuaikan perkembangan terkini, jelas merupakan keniscayaan yang tak bisa ditawar, dan ditunda lagi. Jadi, mengapa menunggu besok, detik ini juga kami akan mulai membuka diri dengan tulisan-tulisan yang bersifat non-berita. Baik itu kolom yang ringan, renyah dan refleksi, maupun opini-opini mengenai suatu permasalahan aktual yang tentunya  disajikan dengan argumentatif, menarik dan sesuai dengan karakter media online: ringkas, padat, menggoda. Bahkan, bukan tidak mungkin, ke depannya kami akan menyajikan cerita pendek, kenapa tidak?

Oleh karena itu, kami mengundang Anda, pembaca sekalian, untuk mengirimkan karya-karya terbaik ke redaksi kami. Jangan sungkan, jangan ragu, bergabunglah bersama kami dalam arus perubahan dan perkembangan media online terkini.

Kirimkan kolom ataupun opini Anda mengenai isu yang terjadi disekitar kita, ekonomi dan sosial budaya secara umum, juga tulisan-tulisan lain non-berita, semacam esai atau prosa yang berangkat dari pengalaman pribadi yang emosional, reflektif, mengenai suatu tema atau tempat, berkaitan dengan memori kolektif, yang bisa dibagi kepada pembaca, untuk melihat fenomena masa kini, menjembatani pemahaman antara masalalu dengan masa sekarang.

Tulisan hendaknya tidak lebih dari 1500 karakter, orisinal, belum pernah dimuat di media lain, disertai dengan identitas atau biodata diri singkat (dalam satu-dua kalimat untuk dicantumkan ketika tulisan tersebut dimuat), serta foto diri yang menarik. Kirimkan tulisan Anda ke redaksi.muslimahwahdah@gmail.com dan kami tunggu mulai hari ini.

Setiap tulisan tentu akan melalui proses editing, dan redaksi berhak menyunting dan melakukan penyesuaian lain seperlunya tanpa mengubah esensi isi dan pesan yang hendak disampaikan. Tersedia honorarium yang layak untuk setiap tulisan yang dimuat, yang bisa dipakai untuk mentraktir cemilan segenap teman, ataupun menambah uang saku jalan-jalan anda dan untuk di infakkan ke redaksi juga tidak mengapa..

Salam literasi.

Mari berdedikasi dengan tulisan yang menginspirasi.

Salam ukhuwah..

New Generation Lawan Hoax dengan Literasi Informasi

0

Muslimahwahdah.or.id – Keberadaan teknologi dalam masyarakat modern hari ini memberikan produktivitas yang luar biasa dalam berbagai aspek. Salah satu yang paling terlihat adalah produktivitas informasi. Setiap detik yang berlalu ratusan bahkan jutaan informasi dihasilkan oleh manusia. Dalam hitungan detik pula informasi baru tersebut tersebar ke segala penjuru dunia berkat hadirnya teknologi yang menjadi kendaraannya. Kedewasaan, kebijaksanaan, dan ketelitian masyarakat dalam penggunaan informasi di zaman seperti sekarang teramat penting untuk dilakukan. Terlebih untuk berbagai informasi yang berpotensi menimbulkan pertentangan dalam masyarakat serta informasi-informasi yang disinyalir mengandung unsur bohong atau lebih dikenal dengan istilah hoax. Demikian ujar Zelfia Amran akrab disapa kak sofie dalam kegiatan diseminasi Informasi tentang maraknya pemberitaan hoax.

Sebanyak 1570 peserta webinar melalui channel youtube musliah wahdah dan zoom meeting hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “New Gneration Lawan Hoax dengan Literasi Informasi” pada jumat (30/10/2020) Kegiatan yang dilaksanakan dalam dua sesi ini menghadirkan presiden jurnalis berhijab Indonesia yang juga jurnalis independen Ukhti Nikmatushalihah dan disesi webinar malam ustadz Muhammad Yusran Anshar,Lc, M.A, Ph.D. Apresiasi peserta yang hadir terlihat melalui chat dan juga pernyataan langsung. “Sangat bermanfaat atas kegiatan anti hoax ini, khususnya informasi dan ketrampilan dalam melakukan literasi informasi yah meskipun sebagai ibu RT nampaknya keterampilan dan waktu khusus, namun dari arahan dan paparan pemateri kami sangat terbuka dan menjadi bisa melakukan hal ini”, ungkap nurul salah satu peserta asal Sleman. (red)

Bincang-Bincang MWD Makassar Ajak Muslimah Berilmu di Masa Penantian

0

Makassar – Muslimah itu bak sosok mutiara yang harus tetap dilindungi keindahannya. Muslimah itu memiliki asa dan harapan untuk menjadi idaman. Muslimah itu sabar dalam setiap penantiannya. Muslimah itu sosok yang memiliki kemuliaan. Begitulah jika kita hendak mengilustrasikan sosok seorang muslimah.

Era digital dewasa ini membuat semua kemuliaan wanita bisa saja tersingkap, jikalau benar-benar tidak ada penjagaannya. Maka dari itu, muslimah harus menjadi muslimah luar biasa dalam penantian untuk melangkah ke jenjang mahligai rumahtangga. Berdasar hal inilah Unit Pernikahan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (P2KS) Muslimah Wahdah Makassar kembali mengadakan Bincang-Bincang Muslimah yang bertajuk Muslimah Luar Biasa dalam Penantian Asa.

Bincang – bincang ini dilakukan secara virtual via Zoom, Ahad (25/10/2020) dan diikuti oleh ratusan muslimah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu kepada peserta terkait tujuan pernikahan dan tips memilih pasangan. Bahwasanya setiap muslimah yang akan melangkah ke jenjang pernikahan mestinya memiliki ilmu. Salah satunya tips memilih pasangan yang terpenting ialah agama dan akhlaknya.

Wakil Ketua MWD Makassar, Ustadzah Sumarni Yahya memberikan pengarahan kepada peserta agar dapat pandai menjaga diri di tengah gempuran hal-hal viral dan ngetren seperti ta’aruf online dsb. Olehnya semua harus memiliki ilmu. “Bekal untuk masuk ke jenjang berikutnya itu penting. Fase kehidupan rumah tangga harus memiliki ilmu. Jangan merasa puas dengan ilmu yang kita miliki. Tempat ini menjadi tempat kita untuk mengambil ilmu di luar sana banyak ngetren. Bagaimana kita menghadapi hal tersebut, ” ujarnya.

Muslimah Wahdah Palu Bagikan 40 Paket Qur’an ke Pasien Covid-19

0

Palu – Jumat (16/10) Muslimah Wahdah Palu bekerja sama dengan Muslimah Wahdah Wilayah Sulawesi Tengah, mengadakan tebar paket Al-Qur’an kepada para pasien Covid-19 yang bertujuan untuk mengisi waktu mereka selama isolasi dengan membaca Al-Qur’an yang bisa menjadi obat daya tahan imun juga iman.

Sebanyak 40 Paket telah dibagikan kepada para pasien melalui Penanggung Jawab yang ada di Rumah Sakit Anutapura dan Rumah Sakit Madani. Satu paket yang dibagikan berisi Al-Qur’an, Buku Saku Dzikir Pagi & Petang, Majalah Islami dan buah Kurma.

Nirwana selaku Koordinator Unit Sosial Muslimah Wahdah Palu mengatakan, pembagian paket ini adalah salah satu bentuk khidmat dari Muslimah Wahdah untuk masyarakat kota Palu, serta teriring doa untuk para pasien covid 19 semoga Allah memberi kesabaran dan kesembuhan dari wabah ini.

Tabligh Akbar Virtual Wahdah Islamiyah Siap Kirim 150 Da’iyah Muslimah di Tengah Pandemi ke Seluruh Nusantara

0

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasulnya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah Subhanahu Wa ta’ala mereka itulah orang-orang yang benar” (QS. Al-Hujurat: 15).

Ahad, 11 Oktober 2020 – DPP Wahdah Islamiyah bekerja sama dengan muslimah wahdah islamiyah pusat menggelar kegiatan tabligh akbar virtual yang dirangkaikan dengan pelepasan da’i, da’i yah dan muhaffidz 2020, Mengangkat tema Makna Sebuah Perjuangan dan Pengorbanan Dakwah.

Antusiasme dari peserta yang hadir terkhusus dari kalangan muslimah dibuktikan dengan jumlah peserta mencapai hingga 8000 peserta diantaranya 5700 muslimah dan selebihnya adalah ikhwan. Dengan pIlihan platform melalui zoom meeting, channel muslimah wahdah dan wahdah tv.

Kegiatan yang berlangsung setengah hari ini Menghadirkan Ustadz H. Saiful Yusuf, Lc, M.a selaku pemateri tabligh akbar, dalam materinya ustadz saiful mengajak seluruh pserta yang hadir untuk menggunakan selurug potensi dalam perjuangan. “Sudahkah kita, memasukkan diri kita sebagai barisan pejuang? Atau kita hari ini masih menjadi penonton. Karena berjuang adalah menggunakan seluruh potensi. Kadangkala ketika materi telah membersamai kita maka kendorlah cara berjuang kita dengan jiwa. sebaiknya kita tidak seperti itu, tapi mari kita berjuang dengan harta dan jiwa kita. Mari kita lebih baik dari sebelumnya, bertahan dan semakin memperbaiki diri. Beriman dengan benar, menjual diri kita dengan dakwah. Demikian ungkapnya.

Sebanyak 150 daiyah para alumni stiba dan ma’had tadrib ad da’iyah al muslimah dilepas dalam rangka meneruskan estafet perjuangan. Para da’iyah tersebut diharapkan untuk mengisi pos-pos perjuagan di beberapa diseluruh nusantara dan pusat guna mengaplikasikan dan sekaligus mewujudkan dedikasinya sebagai alumni. Ustadz Muhammad Zaitun Rasmim, Lc, M.A yang hadir dalam pelepasan tersebut turut memberikan nasehat perjuangan dalam melanjutkan dakwah.