Minggu, 29 Januari 2023
Beranda blog

MWD Bantul Targetkan Dakwah Pada Syabab Muslimah

0

Muslimahwahdah.or.id – Bantul, Yogyakarta, Dengan mengangkat tema “’Mengokohkan Soliditas dan Semangat Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Umat dan Bangsa”, MWD Bantul menyelenggarakan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) VII, Ahad (22/1/2023). Kegiatan ini dilakukan secara hybrid via Zoom Meeting dan luring di Kompleks Masjid Al Wahdah Jl Pramuka, Klodran, Bantul.

Tahun ini, MWD Bantul akan memfokuskan target dakwah  kepada syabab  muslimah di Bantul (pemuda, red). Hal ini dikarenakan minimnya anggota syabab muslimah, sehingga regenerasi dakwah sulit dilaksanakan apabila hal ini terus terjadi.

Adanya Mukerda ini, harapannya program yang direncanakan bisa memperbaiki kinerja dakwah setahun yang akan datang dan muncul generasi syabab yang memliki kepedulian terhadap umat muslim dan ikut andil dalam dakwah. MWD Bantul berencana akan membuka relawan dakwah muslimah untuk membantu terlaksananya kegiatan dakwah di daerah Bantul.

Lebih lanjut, Mukerda yang bertujuan untuk  membuat program kerja MWD Bantul periode 2023 oleh seluruh pengurus MWD Bantul, pengurus Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) D.I Yogyakarta dan perwakilan anggota halaqoh tarbiyah sebagai tamu undangan.

Ketua MWD Bantul, Ustadzah Apt. Nur Liasari Efendi, S.Farm menyampaikan esensi pentingnya Mukerda. “Mukerda adalah sarana musyawarah untuk program kerja dakwah setahun ke depan di daerah Bantul. Mukerda juga sebagai sarana mencontoh bagaimana Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengedepankan musyawarah sebelum mengutus para sahabat ke medan dakwah untuk jihad fii sabilillah. Saat ini jihad kita adalah melalui program program dakwah yang harapannya membawa kemasalahatan bagi daerah Bantul,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Drs. Arif mewakili ketua DPD Wahdah Islamiyah Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu pergerakan dakwah, “Ini bukanlah tugas yang ringan, diperlukan kesungguhan dan ikhtiar sebagaimana firman Allah Fa idzaa ‘azz amta fatawakkal ‘alallah. Jangan lupakan do’a dalam setiap ikhtiar yang kita lakukan,” jelasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan tausiyah dari Ustadzah Lulu Choriroh, S.Ag selaku Ketua MWW DIY. Ia mengatakan kehadiran pengurus di sini sebagai bentuk jihad. “Dari sekian banyaknya pintu jihad, selain jihadnya seorang muslimah di rumahnya yaitu ada pintu jihad lain yaitu dengan berdakwah dengan sesama kaum wanita. Selama masih ada wanita, masih ada kewajiban kita untuk berdakwah,” ujarnya.

 

Fenita Arie: Kajian Itu “Me Time”

0

Muslimahwahdah.or.id – “Waktu awal memakai hijab, banyak orang yang langsung bilang artis hijrah. Sebenarnya hijrah itu sampai hembusan napas terakhir, bukan hanya sekadar dari tidak memakai jilbab, terus pake jilbab”. Cerita Fenita Arie kala ditanya tentang keputusannya mengenakan hijab pada acara Seminar The Power of Muslimah Preneur. Kegiatan ini diadakan oleh Komunitas Pengusaha Muslimah (KPM) Wahdah Islamiyah, Sabtu-Ahad (21-22/01/23) di Hotel Dalton Makassar.

Fenita melanjutkan bahwa hijrah adalah perjalanan dan sebuah proses. Tantangan terbesar dari sebuah hijrah adalah istiqomah di jalan Allah. “Dulu saya menganggap hijab itu hanya trend, wanita dengan hijabnya tidak bisa berkarir. Ternyata setelah ikut kajian, saya tahu dalam Islam begitu wanita begitu dimuliakan,” pungkasnya.

Ia mengaku sempat merasa berat untuk mengenakan hijab. Namun karena telah sering mengikuti kajian, ia mendapatkan penguatan lewat kajian Islam yang diikutinya. “Kajian itu adalah me time kita. Ilmu harus dikejar,” ungkapnya.

Fenita Arie juga menjelaskan proses perjalanan usahanya ketika memutuskan untuk berhijrah. Ia dan sang suami, Arie Untung membangun bisnis Fajar Anugrah Media, yang bergerak dalam event organizer. Waktu itu mereka masih sempat membandingkan margin keuntungan ketika proses jasanya masih menggunakan metode konvensional dan syariah. “Konvensional marginnya lebih tinggi, sedangkan yg syariah marginnya sedikit. Tapi setelah menjalani yg konvensional banyak kendala, ditipulah, diapalah. Setelah dihitung hitung marginnya sama saja dgn yang syariah,” ceritanya.

Setelah itu, Fenita Arie mengaku begitu mantap menggunakan muamalah yang syariah. Ia semakin paham bahwa rezeki memang tidak akan tertukar.

Fenita Arie menjadi salah satu narasumber di hari kedua seminar tersebut. Ustadzah Zelfia Amran yang memandu diskusi bersama Fenita Arie ini sukses memotivasi 600-an peserta yang hadir.

Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba Beri Apresiasi dan Dukungan dalam Mukerda XIV Muslimah Wahdah Bulukumba

0

Muslimahwahdah.or.id – Musyawarah kerja daerah (Mukerda) XlV Muslimah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Bulukumba terlaksana di Aula SMKN 1 Bulukumba, Sabtu (21/1/23).

Kegiatan ini diagendakan selama dua hari, yakni Sabtu-Ahad, (21-22/01/23) mengususng tema, “Mengokohkan Soliditas dan Semangat Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Ummat dan Bangsa”.

Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba, H. Ira Kasuara Hasyim, S.E sekaligus membuka acara secara resmi. Ia memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba. “Kami selaku Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Muslimah DPD Wahdah Islamiyah atas perannya dalam bidang pendidikan dan sosial, serta dakwahnya yang menanamkan akidah Islamiyah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ungkapnya.

Selain itu, H. Ira Kasuara mengaku selalu siap menunggu undangan dari Muslimah Wahdah Islamiyah. “Insyaa Allah kita saling membantu, ya, Bu. Semoga Muslimah Wahdah ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Kami selalu siap menunggu undangan, kalau ada pengajian misalnya. Jangan selalu undangan buka sambutan saja, Bu,” tuturnya yang disambut riuh oleh peserta.

Lebih lanjut, lulusan sarjana ekonomi itu menaruh harap bahwa semoga dengan terlaksananya Mukerda XIV ini, program kerja yang disusun bisa terlaksana sebagaimana mestinya, agar kehadiran Muslimah Wahdah Islamiyah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya perempuan atau muslimah.

Melalui Zoom meeting, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Ustadz Jusman, S.Pd., M.M berpesan jangan pernah ada kata mundur dalam kepengurusan dakwah. “Ketahuilah wahai para ummahat wa akhwat sekalian yang sudah diberikan nikmat menjadi pengurus-pengurus dakwah, jangan pernah ada kata mundur, jangan pernah ada kata lelah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Ustadzah Nurmi Nurdin menaruh harap kepada seluruh pengurus bahwa hanya ajal yang bisa memisahkan dari dakwah. “Dakwah tidak akan berhenti, hanya ajallah yang bisa memisahkan kita dengan dakwah. Sebagaimana dalam QS. Ar-Rad ayat 17, ‘Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi’,” pesan Ummu Fauzan sapaan akrabnya.

Hadir pula perwakilan Muslimah Wahdah Islamiyah Wilayah (MWW) Ustadzah Megawati Abdul Kadir, S.Pd menyatakan hal yang paling mendesak untuk dilakukan setelah Mukerda.“Kami berharap kepada pengurus Muslimah Wahdah Daerah dan Kecamatan untuk break down segera, utamanya kerja sama dengan pemerintah yang sudah kita MoU-kan secara nasional. Sehingga kunjungan ke instansi, silaturahim dan kolaborasi dapat kita lakukan secepatnya,” harapnya.

Selain itu, Ustadz Jusman juga mengungkapkan bahwa di pundak para pengurus dakwah, tidak sembarang amanah yang dititipkan. “Di pundak-pundak kita tidak sembarang amanah yang disimpan di situ. Lihat ketua MWD kita, maa syaa Allah amanah. Padahal kita saksikan bersama bagaimana ujian yang dipikulnya sangat berat,” katanya.

Harap Dakwah Sentuh Semua Lapisan Masyarakat Kota Makassar, 14 MWC Adakan Mukercab

0

Muslimahwahdah.or.id – Muslimah Wahdah Islamiyah Cabang (MWC) yang tersebar pada 14 Kecamatan di Kota Makassar mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) yang berlangsung diantara 07 hingga 22 Januari 2023.

Kegiatan ini mengusung tema “Mengokohkan Soliditas dan Semangat Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Ummat dan Bangsa”. Mukercab ini di bagi menjadi beberapa sesi waktu, untuk sesi tanggal 07-08 Januari 2023 dilaksanakan di Kecamatan Tallo, Makassar, Panakukkang, Rappocini, Ujung Pandang, Ujung Tanah dan Wajo, Sesi selanjutnya pada tanggal 14-15 Januari 2023 dilaksanakan di Kecamatan Manggala, Mariso, Tamalate dan Mamajang, dan sesi berikutnya pada tanggal 21-22 Januari 2023 dilaksanakan oleh Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Bontoala.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah Cabang di masing-masing Kecamatan dan diundang pula ketua-ketua Ranting di masing-masing kecamatan tersebut. Turut hadir pula mendampingi pengurus inti dan para ketua unit Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Makassar. Terkhusus Unit Pengembangan dan Pembinaan Kecamatan yang aktif membersamai Mukercab tahun ini.

Ketua unit Pengembangan dan Pembinaan Kecamatan (P2K), Ustadzah Kartini Mursalim  berharap dengan terlaksananya Mukercab pada 14 MWC yang ada di Kota Makassar syiar-syiar bisa terlaksana dengan baik.  “Maka kegiatan-kegiatan syiar dakwah di seluruh kecamatan bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan perencanaan programkan yang ditetapkan pada Mukercab sehingga syiar dakwah Ahlussunah Wal jama’ah ini bisa sampai kepada seluruh muslimah yang ada di Kota Makassar dan mereka bisa lebih memahami agama ini sesuai dengan syariat yang dibawah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, ustadzah Eti Sumarni, S.Si selaku Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Makassar juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi cara agar bisa mengatasi permasalahan ummat.  “Semoga program kerja yang diusung dalam Mukercab ini menjadi salah satu wasilah untuk mengatasi persoalan ummat dan bangsa, wasilah untuk menguatkan peran dan fungsi pengurus muslimah cabang se-Kota Makassar untuk mewujudkan Makassar Madani,” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dengan adanya Mukercab ini sinergitas program kerja dengan pemerintah bisa terwujud, agar syiar dakwah Islam dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Kota Makassar, hal ini adalah salah satu visi misi dakwah yang lebih baik ke depannya.

Muslimah Wahdah Jaksel Gelar Mukerda VI: Menguatkan Soliditas dan Kolaborasi untuk Dakwah Lebih Baik

0

Muslimahwahdah.or.id – Jakarta, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan (MWD Jaksel) menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) VI di Aula Gedung Wamy, Kebagusan,  Ahad (22/1/2023).

Mengusung tema “Menguatkan Soliditas dan Kolaborasi untuk Dakwah Jakarta Selatan yang Lebih Berkembang”, kegiatan dibuka oleh Ketua Muslimah Wahdah Wilayah DKI Jakarta – Depok, Ustadzah Rahmawati Basarang, S. Pd., yang akrab disapa Ummu Atho’. Hadir dalam Mukerda, pengurus MWD Jaksel dan Perwakilan MWW DKI Jakarta – Depok.

Dalam sambutannya, Ummu Atho’ mengajak agar memaksimalkan kesempatan menjadi pengurus, “Kalau kita sadar, kita akan berusaha memaksimalkan, memberikan yang terbaik. Ini kesempatan mengukir prestasi yang akan kita laporkan kehadapan Allah,” ungkapnya.

Ustadzah Rusni Haris, Ketua MWD Jaksel turut mengajak para pengurus agar bersemangat tidak menyerah dengan keadaan, “Setiap zaman pasti ada tantangannya, namun jangan menjadikan tantangan sebagai alasan bermalas malasan, bergeraklah bersemangatlah, mari tuangkan semangat itu pada program – program kita. Ketika ada tantangan, azzamkan yang kuat. Bergeraklah mencari solusi dari masalah yang kita hadapi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah, Ustadz Binsar, S. Pd.,M.Si mengungkapkan bahwa hanya orang-orang terpilihlah yang mampu menjadi pejuang dakwah.  “Apa yang tertulis dan terucapkan akan mengakar dan pastinya akan berbuah. Urusan perbendaharaan dunia Allah berikan kesempatan kepada semua orang. Berbeda dengan Urusan perjuangan dakwah ini yang hanya diberikan kepada orang-orang terpilih, ” tuturnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja tahun 2022 dan merumuskan program kerja tahun 2023.

Reporter : (Koresponden Jaksel)

Naomi Octarina Dorong Pengusaha Muslimah untuk Hijrah Ekonomi

0

Muslimahwahdah.or.id – “Berharap para muslimah bisa memulai usahanya dengan prosedur yang syar’i karena ternyata banyak praktek usaha yang tidak sesuai dengan syariah. Mungkin bagi orang awam bisa terjatuh muamalah yang tidak sesuai agama,” ungkap Naomi Octarina, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan saat membuka kegiatan Muslimah Business Fest di Hotel Dalton Makassar, Sabtu (21/01/23).

Wanita berdarah Aceh ini juga mengapresiasi pelaksana atas inisiatif mengumpulkan pengusaha muslimah untuk dapat ilmu pengetahuan, berbagi pengalaman yang bisa mendorong pengusaha bisa sukses dalam bisnisnya sesuai syariah.

Naomi juga berharap agar para pengusaha memanfaatkan dukungan teknologi dalam usahanya. “Hidup di era digitalisasi, para pengusaha memanfaatkan teknologi sehingga usaha bisa pada tingkat nasional bahkan internasional. Namun tentu saja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar produk bisa memasuki pasar nasional maupun internasional,” lanjutnya

Naomi berharap para pengusaha berkolaborasi dengan pemerintah. Pemerintah bisa membantu pengembangan usaha termasuk dalam pengurusan legalitas usaha.

KPM bisa membuat semacam market day untuk kerajinan yang dibuat oleh para pelajar sebagai bentuk motivasi dan pembelajaran.

Kegiatan Seminar The Power Of Muslimahpreneur ini merupakan rangkaian akhir dari Muslimah Business Fest yang diadakan oleh Komunitas Pengusaha Muslimah (KPM) Wahdah Islamiyah. Mengangkat tagline “Sukses Berkah Bermanfaat”, kegiatan ini diadakan selama dua hari dan menghadirkan ratusan pengusaha muslimah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Hadir sebagai narasumber hari pertama: Wiji Asih Setiawati (Jogjakarta-Owner Alif’s Bakery), drg. Fika Kurniawati (Makassar-Owner Chocolicious dan Bolu Rampah), Mak Muri Handayani (Bandung-Founder Sekolah Bisnis Online.id).

Pada hari kedua akan hadir Fauziah Zulfitri, PCC (Makassar-Founder dan Director Insight Indonesia), Fenita Arie (Presenter dan Artis Ibu Kota) dan Ustadzah Seniwati Muin, S.Si, Apt (Makassar – Owner Apotek Wahdah Farma dan juga Daiyah Muslimah Wahdah).

Ketua Penggerak PKK Bantul Harapkan MWD Bantul Terus Berikan Kontribusi Positif

0

Muslimahwahdah.or.id – Bantul, Yogyakarta. Dengan mengangkat tema “Mengokohkan Peran Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Islamiyah Bantul dalam Mengatasi Persoalan Ummat dan Bangsa”, Muslimah Wahdah Bantul menyelenggarakan Musda II secara hybrid pada hari Ahad, (8/1/2023) secara hybrid yaknik luring di Kompleks Masjid Al Wahdah Jl Pramuka, Klodran, Bantul. Adapun secara daring dilaksanakan melalui Google Meet.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus MWD Bantul, perwakilan pengurus Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) D.I Yogyakarta dan simpatisan. Ustadzah Wahyu Wahidah, A.Md.Keb, ketua panitia menyampaikan harapannya agar MWD memberikan sumbangsih dalam mengatasi permasalahan umat di Bantul.

Diantaranya yaitu program sosial ekonomi, seperti baksos ke panti asuhan, bazar sembako murah, sedekah jumat dengan target sasaran yatim, piatu, dhuafa dan janda. Tak hanya itu, Muslimah Wahdah Bantul juga memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini yaitu dengan merintis Taman Tahfidz Anak (TTA)  Al Wahdah Bantul.

Musda II dibuka secara resmi oleh  Hj. Emi Masruroh, S.Pd, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul. Ia mengapresiasi Wahdah Bantul dan  berharap bahwa Muslimah Wahdah Bantul ikut memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat daerah Bantul.  “Sebagai salah satu organisasi perempuan di Bantul, saat ini banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan salah satunya dengan memperbaiki keluarga. Untuk mengubah sebuah bangsa, apabila perempuan baik, maka keluarganya akan menjadi baik, dan bangsanya akan menjadi baik,” ungkapnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai Laporan Pertanggungjawabab (LPJ) kinerja MWD Bantul periode 2018-2022 dan memilih ketua MWD Bantul periode 2023-2027. Berdasarkan hasil musyawarah tim formatur, Ustadzah Apt. Nur Liasari Efendi, S.Farm terpilih kembali menjadi ketua MWD Bantul.

Kegiatan ini diakhiri dengan pesan nasihat dari Ustadzah Lulu Choriroh, S.Ag selaku ketua MWW DIY. Ia menyampaikan tentang pentingnya amal jama’i. “Beruntunglah orang yang Allah takdirkan berkesempatan melakukan amal jama’i dalam dakwah jihad fii sabilillah,” tuturnya.

Upgrading Muslimah DPW Wahdah Islamiyah DIY : Mengurus Dakwah Itu Sebuah Keharusan

0

Muslimahwahdah.or.id- Yogyakarta – Muslimah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Upgrading Pengurus. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Mukerwil VIII. Berlangsung secara hybrid yakni di Ruang Pertemuan Hotel Galuh Anindita, Yogyakarta dan Zoom Meeting, Jumat (13/01/2023).

Ketua Muslimah Wahdah Wilayah DIY, Ustadzah Lulu Choriroh  menyampaikan bahwa ada dua agenda besar pada masa kepengurusan tahun ini, yaitu Upgrading Pengurus dan Mukerwil VIII dengan harapan bisa memberikan yang terbaik untuk ummat.

“Mudah-mudahan apa yang kita upayakan kedepan juga taufiqnya dari Allah dan juga kekuatan yang Allah berikan kita bisa memberikan juga yang terbaik untuk ummat,” harapnya.

Sementara itu, Ustadzah Harisah Tipa Abidin selaku Ketua Muslimah Wahdah Pusat dan juga pemateri di Upgrading Pengurus ini menyampaikan bahwa dakwah adalah sebagai bentuk perwujudan dari ketundukan dan ketaatan kepada Allah, maka ia bukanlah suatu pilihan, melainkan keharusan.

“Prinsipnya kita bergabung dalam lembaga ini, kita bergabung dalam aktivitas dakwah ini dia adalah perwujudan dari aktivitas ubudiyah dalam konteks ketundukan dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sehingga, saya anggap ini bukanlah pilihan, mengelola dakwah itu bukan pilihan, itu suatu keharusan,” tegas Ummu Khalid sapaan akrabnya.

 

Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Klinik Mustasyfa Ibnu Rabbani dan Muslimah Wahdah Islamiyah Soppeng Tandatangani MoU

0

Muslimahwahdah.or.id =  Muslimah DPD Wahdah Islamiyah (MWD) Soppeng menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Klinik Mustasyfa Ibnu Rabbani di Hark Cafe and Eatery, Sabtu (14/01/2023).

Penandatangan MoU ini merupakan bagian dari kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) VII dengan tema “Mengokohkan Soliditas dan semangat kolaborasi dalam mengatasi persoalan umat dan bangsa”.

Ustadzah Fatmawati Kasman, S.S, Wakil Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Soppeng mengatakan kerja sama ini merupakan upaya agar anggota dan pengurus bisa mendapat manfaat dalam hal pelayanan kesehatan. “Kami sangat bersyukur atas kerja sama ini, semoga lebih memudahkan kader dan pengurus kita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya

dr. Marlina Since, Direktur Klinik mustasyfa ibnu rabbani mengungkapkan jika kerja sama ini merupakan bentuk perhatian kami khususnya kepada anggota dan pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah Soppeng agar lebih mawas diri terhadap kesehatannya.

“Harapan kami, semoga setelah penandatanganan MoU ini seluruh lapisan MWD termasuk keluarganya mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna serta dapat mendapatkan kemudahan untuk berkonsultasi terkait kesehatannya,” tambahnya.

Dalam perjanjian kerja sama ini MWD Soppeng akan mensosialisasikan terkait pelayanan klinik dan cara memindahkan faskes BPJS ke klinik Mustasyfa Ibnu Rabbani kepada seluruh anggota  MWD Soppeng agar lebih mudah dalam menjalani pengobatan.

Anggota Wahdah islamiyah yang tidak memiliki BPJS akan mendapatkan diskon dalam pelayanan kesehatan di Klinik Mustasyfa Ibnu Rabbani.

Klinik Mustasyfa Ibnu Rabbani. beralamat di Jl. Masjid Sewo, No. 78, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Melayani rawat inap, rawat jalan, persalinan, pemeriksaan kehamilan, bekam, perawatan luka, sunat laki-laki dan perempuan, serta praktek mandiri spesialis saraf dan radiologi.

Penandatangan MoU, Wahdah Islamiyah Sultra Bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sultra Jalin Kerjasama

0

Muslimawahdah.or.id – Hadir sebagai salah satu tokoh yang memberikan kuliah umum pada Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) IX, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas, Dr. La Ode Haji Polondu, S.Pd., M.Pd, megapresiasi prinsip soliditas dan semangat kolaborasi yang diusung pada momentum mukerwil kali ini.

Menurutnya, menjadi tugas bersama untuk Mengawal kader wahdah Islamiyah terutama keahlian yang belum memiliki mata pencaharian untuk dibekali  melalui pelatihan pelatihan.

“manfaatkan BPVP, dorong anak 18 tahun ke atas untuk ikut pelatihan, karena kita kawatir akan meninggalkan generasi yang lemah. Tidak cukup hanya mengokohkan, harus ada instrumen yang membantu mempercepat kokoh, kuat, maju dan tumbuh bersama melalui pengembangan potensi pengurus Wahdah Islamiyah,” paparnya.

Mengawali tahun 2023 pada momentum mukerwil, Wahdah Islamiyah Sultra melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sultra. Salah satu butir dari isi MoU tersebut adalah mengutus kader wahdah Islamiyah untuk mengikuti pelatihan BPVP

Lebih lanjut, Polondu mengatakan bahwa Kerjasama hari ini adalah bagian dari kemandirian organisasi dan anggota organisasi bisa melakukan sesuatu yang positif bagi dirinya maka dia akan bertanya apa yang akan saya berikan kepada ummat. “Nilai positif ini akan sangat membantu syiar dakwah kepada ummat, kepada masyarakat dan tidak ada pilihan lain bahwa tidak akan bisa maju kalau hanya sendiri, harus kolaborasi untuk menguatkan,” imbuhnya.

Senada dengan Kepala BPVP, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra, Muhammad Ikhwan Kapai, juga sangat mengapresiasi penerimaan dari kepala BPVP yang menganggap Wahdah Islamiyah sebagai keluarga.

“Visi 2030 Wahdah Islamiyah adalah kemandirian organisasi. Sehingga dengan kerjasama ini akan sangat membantu mewujudkan hal tersebut dan kedepan kami akan terus berkolaborasi terutama untuk generasi muda dengan harapan bisa diberikan keterampilan untuk ikut pelatihan,” ujarnya.

Secara khusus kepala BPVP menitipkan harapan besar kepada wahdah Islamiyah bahwa MoU adalah perangkat dan jauh lebih utama pertautan batin untuk mencipdtkan generasi Islam yang tidak tergantung pada pihak lain dan mencetak pejuang Islam yang memiliki skill yang mumpuni.