Ia selayak benang.
Seutas lekas putus namun abadi ketika terjalin.
Ketika seorang muslim menuntut ilmu syar’i maka rongga jiwanya akan terisi dengan iman.
Lalu ketika imannya telah terbentuk ia membutuhkan saudara seiman pula.
Saudara yang menguatkan saat iman sedang lemah, saling menjaga agar selalu dalam kebaikan serta saling menasehati ketika sedang rapuh.
Inilah ukhuwah Islamiyah, persaudaraan yang dibangun berlandaskan Islam, berasaskan ilmu dan iman.

Persaudaraan yang saling mengasihi, saling memberi dukungan, saling menasehati, saling memaafkan dan saling mempercayai.

 

Maka sungguh jalinan ukhuwah yang terajut di bumi Allah ini kelak di hari kiamat akan memiliki kedudukan yang mulia mampu membuat para nabi dan syuhada cemburu.
? Dari Umar Bin Khattab RadhiyaLlaahu ‘anhu, Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya dari hamba-hamba kami ada sekelompok manusia, mereka itu bukan para nabi dan bukan para syuhada. Para nabi dan syuhada merasa cemburu kepada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah pada hari kiamat. Para sahabat bertanya : Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab : Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai karena Allah padahal tidak ada hubungan persaudaraan (saudara sedarah) antara mereka, dan tidak ada hubungan harta (waris). (HR Abu Daud).

 

Persaudaraan orang-orang mukmin jauh lebih kuat dari saudara senasab.
? Allah berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al Hujurat:10).

 

Dan yang mempersatukan hati kaum muslimin dalam ukhuwah Islamiyah adalah Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Karena ia hadir sebagai nikmat yang dilimpahkan kepada hamba-Nya yang beriman.

Ia tidak bisa dibeli dengan harta, namun dirajut setelah beroleh ilmu dan menggapai manisnya iman.

Ialah ukhuwah yang terjalin bukan karena materi semata.
? Firman Allah dalam Qur’an Surat Al Anfal ayat 63

“dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al-Anfal :63).

 

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran : 103).
?????
Kemudian ada pula hubungan persaudaraan yang tidak berlandaskan iman dan tidak didasari ketakwaan, ianya adalah ukhuwah jahiliyah.

Persaudaraan yang terbatas waktu dan tempatnya, persaudaraan yang pada akhirnya akan mendatangkan permusuhan dan berujung pada penyesalan.
? Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat Al Furqan ayat 27-29

“Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan,”Aduhai alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai sungguh celaka diriku, andai saja aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (Al-Qur’an) setelah peringatan itu datang kepadaku.”Dan memang syaithon itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia” (Q.S. Al-Furqon: 27-29).
?????
? Ada beberapa keutamaan berukhuwah Islamiyah, yaitu :

1⃣ Mendapatkan tempat yang khusus di surga. Firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala :

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman” (Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (Q.S. Al Hijr : 45-48).

 

2⃣ Mendapatkan naungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Abu Hurairah RadhiyaLlaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wassallaam bersabda,”Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman. Manakah orang-orang yang bercinta dengan keagunganKu ? Aku akan memberikan naungan kepada mereka dalam naunganKu pada hari yang tiada naungan, kecuali naunganKu.(HR. Muslim).

 

3⃣ Mendapatkan kecintaan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
4⃣ Merasakan nikmatnya iman.
?????
? Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah :

1⃣ Memberitahukan kecintaan kepada orang yang dicintainya

“Bersabda Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam : Jika seorang cinta kepada saudaranya harus memberitahu kepadanya bahwa ia kasih sayang kepadanya karena Allah.” (HR. Abu Dawud).

 

“Anas RadhiyaLlaahu ‘anhu berkata : Ada seorang duduk di sisi nabi Shalallaahu ‘Alayhi Wassallam. Mendadak ada seorang berjalan, maka orang itu berkata : Ya Rasulullah saya sungguh cinta pada orang itu. Nabi bertanya : Apakah sudah kau beritahu padanya, bahwa kau cinta padanya? Jawabnya : belum. Bersabda Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wassallam : Beritahukanlah ia. Maka dikejarnya dan dikatakan kepadanya : Sesungguhnya saya cinta kepadamu karena Allah. Jawabnya : Semoga Allah cinta kepadamu, sebagaimana kau cinta kepadaku karena Allah.” (HR Abu Dawud).
2⃣ Mohon didoakan ketika berjumpa.
3⃣ Menunjukkan senyum kegembiraan ketika berjumpa.
4⃣ Berjabat tangan bila berjumpa dan berpisah.
5⃣ Memberikan selamat kepada teman yang berhasil dan mengunjungi ketika tertimpa musibah.
?????
Akhawatfillaah yang senantiasa disayangi Allah Subhaanahu wa Ta’ala mari kita renungkan bersama ada berapa banyak saudara kita yang bisa membawa kebaikan untuk kita menjalani ibadah di dunia dan dikumpulkan kelak di akhirat.
Maka, perbanyaklah teman nan shalih, sebab mereka mempunyai syafaat di hari kiamat.

Karenanya bagi kita sekarang bila tak mampu menjadi shalihah tidak perlu berpura-pura menjadi shalihah tapi berkenalan dengan mereka yang shalihah, berdekat-dekatlah dengannya, dikenal dan mengenal mereka, mencinta mereka dan dicinta mereka.
? Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wassallam bersabda:

‎إن حول العرشِ مَنابِرَ من نورٍ، عليها قومٌ لِبَاسُهم نورٌ، ووجوهُهم نورٌ، ليسوا بأنبياءَ ولا شهداءَ، يَغبِطُهم النبيُّونَ والشهداءُ. فقالوا: انعَتْهم لنا يا رسول الله. قال: هم المتحابُّون في الله، والمتآخون في الله، والمُتزاوِرُون في الله .
“Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia mengatakan, para perawinya tsiqat).
Ukhtiy.. innii uhibbukifillaah ???
?Tarbiyah Gabungan Akhwat.

Pemateri Oleh Ummu ‘ Aaisyah Faathimah.

Balikpapan, Masjid Raudhatul Jannah, 29 Muharom 1438 H/ 30 Oktober 2016 M.
✏Kontributor: Al Ukht LQYL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here